Kisah Sukses Pengusaha Kerupuk

Diposting oleh On Jumat, Januari 02, 2015

Kisah sukses para pengusaha selalu diawali dengan sesuatu yang remeh menurut pandangan orang. Namun mereka optimis dengan apa yang mereka jalani dan terus menekuninya. Salah satunya Bambang Suparno (49), warga dusun Jeruk, Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, yang sukses hanya dengan menekuni bisnis kerupuk.

Kejeliannya membidik pasar berupa produksi krupuk pasir, membuat ia sukses dengan mengantongi omzet hingga Rp.90 juta per-bulan, hanya dengan memasarkan produknya ke agen-agen yang tersebar di beberapa kota seperti Malang, Sidoarjo, Kediri, Nganjuk, Kerosono, Jombang, Bojonegoro, Ngawi, dan Tuban. Agen-agen tersebut adalah pedagang di pusat oleh-oleh di kota masing-masing.

Bambang menggoreng kerupuknya tanpa menggunakan minyak, melainkan memanfaatkan pasir halus sebagai media penggorengan. Kerupuknya-pun tetap mekar karena dibantu dengan perapian. Sehingga cita rasanya khas dan berbeda dengan rasa krupuk pada umumnya yang digoreng menggunakan minyak. Dengan demikian krupuk produksinya rendah kolesterol dan tentu saja lebih hemat biaya produksi, bakhan resiko untuk melempem dapat ditekan karena dapat didaur ulang. Krupuk yang ia produksi memiliki setidaknya 7 rasa, seperti pedas, manis, pedas manis, terasi, rujak, seledri, bawang dan ubi. Pemberian rasa dilakukan dengan dua acara yaitu dicampur dengan kerupuk sebelum digoreng atau setelah digoreng. Kemudian dikemas dalam plastik setengah kilogram dan panjang 30-40 cm. Setiap bungkus ukuran besar ia jual dengan harga Rp.1.000 - Rp.2.500.

Sebelumnya, malang melintang profesi Bambang tanpa kepastian. Berbagai pekerjaan pernah Bambang lakoni seperti kuli bangunan, merantau keluar Negeri, hingga berjualan bakso keliling. Sampai akhirnya ia belajar proses pembuatan kerupuk kepada saudaranya dan kemudian memantapkan niat untuk berbisnis kerupuk.

Mula-mula, Bambang hanya memproduksi 30 kg kerupuk, dan itupun untuk beberapa hari. Karena permintaan yang terus ada, ia-pun terpacu untuk terus produksi dan mengembangkannya hingga kini produksi per-hari mencapai 2,5 kwintal, dengan omzet 9 juta perbulan.

Andapun bisa menjadi Bambang berikutnya dengan kesuksesan yang lebih heboh. Mulai sekarang juga, sebelum didahului tetangga anda. Salam bisnis, salam sukses.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »