Kisah Sukses Pedagang Tiwul Dan Gatot

Diposting oleh On Selasa, Januari 06, 2015


Kisah sukses bisa bermula dari hal yang remeh sekalipun, seperti tiwul. Tiwul merupakan makanan tradisional khas Yogyakarta. Tiwul terbuat dari singkong kering (gaplek) yang konon dijadikan makanan pokok selain beras.

Dahulu gatot dan tiwul identik dengan makanan golongan kelas bawah, namun sekarang justru menjadi salah satu oleh-oleh yang digemari para wisatawan mancanegara. Karenanya gatot dan tiwul kini menjadi santapan tradisional istimewa yang mendunia.

Salah satu pengusaha yang kini sukses menjadi produsen gatot dan tiwul di Gunungkidul Yogyakarya adalah Tuminem. Wanita paruh baya yang akrab dipanggil Yu Tum ini mulai mengembangkan bisnis gatot dan tiwul pada tahun 1985 silam. Awalnya ia menjajakan gatot dan tiwul dengan cara berkeliling kampung. Berkat keuletan dan kontinuitasnya dalam berdagang, lambat laun Yu Tum mampu mengumpulkan modal besar sehingga tahun 2004 ia bisa membuka toko sendiri untuk memajang dagangan gatot tiwulnya.

Perkembangan selanjutnya Yu tum bisa membuka toko oleh-oleh yang juga menyediakan gatot dan tiwul sebagai produk unggulan. Dibandrol dengan harga Rp.15.000 per-besek (kemasan kotak dari bambu), setiap harinya toko Yu Tum ramai didatangi pelanggan dan mendatangkan omzet 3 juta - 4 juta per-hari. Tiap akhir pekannya Yu Tum menghabiskan sekitar 70 kg tepung gaplek, bahkan bisa lebih jika hari besar atau hari libur tiba.

Untuk menghindari kebosanan konsumen, kini Yu Tum menginovasikan produk tiwulnya dengan berbagai rasa, seperti tiwul rasa coklat, keju, serta gatot rasa nangka. Keberhasilan Yu Tum dalam melestarikan makanan tradisional gatot dan tiwul telah membuatnya merasakan manisnya omzet gatot dan tiwul.

Anda juga bisa menjadi Yu Tum berikutnya dengan inovasi produk yang lebih hebat lagi. Mulailah menyusun agenda sekarang juga, sebelum didahului tetangga anda. Salam sukses.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »