Bisnis Kedai Bakso Bakar

Diposting oleh On Minggu, Januari 18, 2015

Bisnis Kedai kuliner merupakan bisnis waralaba yang tak ada matinya. Selama manusia masih butuh makan, maka selama itu pula bisnis kuliner akan tetap eksis. Salah satunya bisnis kuliner bakso bakar. Bakso bakar atau biasa disebut dengan pentol bakar merupakan inovasi baru dalam penyajian pentol. Jajanan murah namun mengenyangkan. Pentol bakar terbuat dari tepung terigu dan kanji yang diadon bulat-bulat menyerupai pentol mini, bisa juga ditambah gilingan daging untuk menguatkan rasa khasnya. Pentol bakar dibuat dari pentol atau cilok yang ditusuk seperti sate dan dibakar / dipanggang dengan diolesi mertega dan bumbu-bumbu seperti saus, kecap, sambal, berbique, atau bumbu lain sesuai permintaan konsumen. Rasanya yang khas, gurih dan lezat menjadikan pentol bakar banyak digemari berbagai kalangan. Inilah bisnis yang ditekuni oleh Parno kelahiran Ngawi Jawa Timur.

Mulanya Parno bekerja sebagai kuli bangunan. Namanya kuli, kalau ada proyek ya gajian kalau tak ada proyek ya menganggur. Sehingga sang istri harus membantu keuangan keluarga dengan berjualan cilok keliling kampung. Tak banyak cilok yang diproduksi saat itu, hanya satu panci ukuran sedang. Namun begitu cilok buatan istrinya selalu habis terjual tiap harinya, karena memang rasanya enak. Tahun 2013 Parno mulai sadar dengan peluang bisnis cilok yang ada di depan mata, sehingga Parno memutuskan untuk beralih profesi sebagai penjual cilok. Parno mulai merancang strategi pengembangan usaha cilok milik istrinya. 

Bermodal uang 50 ribu untuk bahan baku cilok dan gerobak bakso ia jajakan ciloknya keliling kampung sedangkan istrinya berjualan di rumah dengan memanfaatkan teras rumah sebagai lokasi berjualan. Berangkat jam 9 pagi pulang jam 12 siang, ciloknya selalu habis terjual dengan omzet 400 ribu/hari. Kemudian ia berinovasi dengan mengubah sajian ciloknya menjadi pentol bakar aneka rasa, yaitu pedas manis, asam pedas, keju, berbique, dan kacang kecap. Hal tersebut disambut hangat oleh pelanggannya, bahkan pelanggan sering kali menyusul kerumahnya untuk membeli produknya agar tidak kehabisan. Sehingga Parno berpikir untuk membuka restoran mini bakso bakar pak Parno untuk mengembangkan usahanya.

Hingga kini Parno mampu memproduksi 100 kg / hari, 7 pekerja, dan omzet 5 juta/ hari. Parno mengedepankan kualitas rasa yang lezat, sehingga pentol bakarnya digemari banyak orang. Andapun bisa menjadi Parno berikutnya dengan belajar dari sejarah kesuksesan usaha pentol bakar Parno. Salam sukses.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »